RA MI MTs MA

Ayoo sekolah ke Madrasah...............

Jadikan Al Quran sebagai kebutuhan

Selamat Dunia Akhirat dengan Menjadikan al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup

Selasa, 09 Juni 2020

SOLUSI PEMBIAYAAN PAT MENURUT JUKNIS BOS DI TENGAH PANDEMI


Permasalahan pembiayaan PAT saat ini khususnya banyak ditanyakan oleh  RA/Madrasah karena juknis perubahan terkait covid tidak dibahas secara detil
Hasil dari konsultasi Tim Kesiswaan Kanwil dengan tim Itjen selaku (Penyusun Juknis) sebagai berikut
1. Untuk panitia baik PPDB maupun PAT.. boleh dibayarkan honornya.. asal mereka benar melaksanakan dibuatkan sk, daftar hadir di madrasah pas kegiatan PPDB/PAT
2. Selama PAT tidak ada konsumsi;
3. Bagi PAT memakai aplikasi/beli aplikasi ke lembaga lain dan siswa wajib bayar itu  tidak dibolehkan;
4. Fc/ penggandaaan soal/lembara jawaban boleh;
5. Pembuatan soal/koreksi soal pat tidak bisa dibayarkan honornya, dan
6. Kegiatan PAT yang berbasis KP (Kertas dan Pensil) terus soal diantarkan ke siswa, transport yang antar soal boleh dibayarkan asal ybs tidak masuk dalam susunan kepanitian.. kalau masuk panitia cukup honor sebagai panitia saja..

Jumat, 05 Juni 2020

LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN BOP RAUDHATUL ATHFAL TAHUN ANGGARAN 2020

Ada 3 Jenis Laporan yang harus disusun oleh RA dalam mempertanggung jawabkan dana BOP RA Tahun Anggaran 2020 yaitu :



 1. Laporan Pertangung jawaban penggunaan dana
Yang mencakup beberapa point yaitu
a.       Setiap kegiatan yang dilakukan harus dibuatkan laporan singkat pelaksanaan kegiatan, SK kegiatan dan Surat Tugas (Jika Diperlukan)
b.       Bukti Pengeluaran Dana (Kuitansi, Faktus, Nota dll) harus menyertakan tanggal pembelian dan stempel toko.
c.       Dokumentasi kegiatan berupa Foto, Video dll
d.       Seluruh arsip data keuangan dari kegiatan tersebut.
Laporan Pertanggung jawaban tersebut harus dilengkapi dengan
a.       RKAM
b.       Pembukuan ( BKU, BP Tunai/Kas, BP Bank,BP Pajak)
c.       Kuitansi Pengeluaran dan Faktur
d.       Laporan Singkat Per Kegiatan
e.       Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB) BO-07
f.        Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) BO-08
g.       SPK yang telah ditandatangani (lihat Juknis)
h.       Surat Pernyaaan Jumlah Siswa (lihat Juknis)
i.         Bukti Setor Pajak/SSP
j.         SK Penetapan RA Penerima BOS dari Kemenag Kabupaten
k.       Surat Pernyataan Jumlah Siswa (lihat Juknis)
l.         Daftar Siswa yang dibebaskan dari pungutan (lihat Juknis)
m.     Surat Pernyataan Kebenaran Data Rekening (lihat Juknis)
Sebagian dari persyaratan di atas aslinya sudah diberikan ketika Pengajuan BOS semester 1.

2. Pencatatan Pelayanan dan  Penanganan Pengaduan Masyarakat
Laporan ini berupa Rekapitulasi Laporan Penanganan Pengaduan Masyarakat di tingkat RA.
3. Laporan Aset
RA harus melaporkan hasil pembelian barang asset yang menggunakan Dana BOP RA yang diterima pada tahun anggaran berkenaan.

Itulah hal hal yang harus diperhatikan dalam menyusun pertanggung jawaban BOP RA 2020.

Kamis, 04 Juni 2020

LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN BOS MADRASAH TAHUN ANGGARAN 2020


Ada 3 Jenis Laporan yang harus disusun oleh Madrasah dalam mempertanggung jawabkan dana BOS Madrasah Tahun Anggaran 2020 yaitu :


 1. Laporan Pertangung jawaban penggunaan dana
Yang mencakup beberapa point yaitu
a.       Setiap kegiatan yang dilakukan harus dibuatkan laporan singkat pelaksanaan kegiatan, SK kegiatan dan Surat Tugas (Jika Diperlukan)
b.       Bukti Pengeluaran Dana (Kuitansi, Faktus, Nota dll) harus menyertakan tanggal pembelian dan stempel toko.
c.       Dokumentasi kegiatan berupa Foto, Video dll
d.       Seluruh arsip data keuangan dari kegiatan tersebut.
Laporan Pertanggung jawaban tersebut harus dilengkapi dengan
a.       RKAM
b.       Pembukuan ( BKU, BP Tunai/Kas, BP Bank,BP Pajak)
c.       Kuitansi Pengeluaran dan Faktur
d.       Laporan Singkat Per Kegiatan
e.       Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB) BO-07
f.        Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) BO-08
g.       SPK yang telah ditandatangani (lihat Juknis)
h.       Surat Pernyaaan Jumlah Siswa (lihat Juknis)
i.         Bukti Setor Pajak/SSP
j.         SK Penetapan Madrasah Penerima BOS dari Kemenag Kabupaten
k.       Surat Pernyataan Jumlah Siswa (lihat Juknis)
l.         Daftar Siswa yang dibebaskan dari pungutan (lihat Juknis)
m.     Surat Pernyataan Kebenaran Data Rekening (lihat Juknis)
Sebagian dari persyaratan di atas aslinya sudah diberikan ketika Pengajuan BOS semester 1.

2. Pencatatan Pelayanan dan  Penanganan Pengaduan Masyarakat
Laporan ini berupa Rekapitulasi Laporan Penanganan Pengaduan Masyarakat di tingkat Madrasah.
3. Laporan Aset
Madrasah harus melaporkan hasil pembelian barang asset yang menggunakan Dana BOS yang diterima pada tahun anggaran berkenaan.

Itulah hal hal yang harus diperhatikan dalam menyusun pertanggung jawaban BOS 2020.

Minggu, 31 Mei 2020

Pandemi Dalam Lintasan Sejarah Islam

Dalam beberapa pekan terakhir dan entah sampai kapan akan terus bergulir berita tentang virus corona atau covid-19 yang hampir setiap hari menghiasi hari-hari kita, di televisi, di radio bahkan di seluruh sosial media yang kita miliki tak henti-hentinya memberikan informasi terkait perkembangan virus ini. Entah itu berkenaan jumlah orang yang dinyatakan positif, yang berhasil sembuh dari virus ini atau bahkan yang meninggal dunia sekalipun.

Bila kita mengamati, banyak orang yang merasa tersiksa atau panik terhadap virus yang saat ini menelan ratusan bahkan ribuan jiwa di seluruh dunia. Tidak hanya itu, wabah ini juga menyebabkan aktivitas dan interaksi sosial terbatasi, sekolah dan pesantren-pesantren harus meliburkan siswanya, pabrik-pabrik yang menjadi tempat mayoritas masyarakat Indonesia mengadu nasib demi memenuhi kebutuhan keluarganya harus terpaksa tutup, bahkan di beberapa daerah harus menerapkan Lockdown untuk meminimalisir penularannya yang begitu mudah dan cepat.

Namun realitanya, virus corona bukanlah pandemi yang pertama kali ada di dunia, sebelum pandemi Corona ini ada beberapa virus yang pernah ada bahkan diklaim lebih mematikan dari virus Corona ini. Misalnya kita sebut saja SARS yang diidentifikasi muncul pertama kali di Tiongkok pada tahun 2002 Dan MARS yang didapati muncul pertama kali di Arab Saudi pada tahun 2012.

Dalam Islam sendiri pandemi atau wabah penyakit memang pernah disebut oleh Rasulullah dalam hadis beliau di Musnad Ahmad yaitu:

عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:  فَنَاءُ أُمَّتِي بِالطَّعْنِ وَالطَّاعُون

“Kerusakan umatku adalah disebabkan tombak (peperangan) dan Tho’un (Pandemi).”
(Musnad Ahmad, Maktabah Muassasatur Risalah 32/293)

Di wilayah kekuasaan atau negara Islam juga pernah beberapa kali terjadi Tho’un atau wabah penyakit yang menyerang banyak orang waktu itu. Semisal yang dituturkan oleh Abu al-Hasan al-Mada’ini dalam kitab Badzlu al-Ma’un Fi Fadhli Tho’un mengatakan bahwa dalam sejarah islam setidaknya ada 5 pandemi yang paling besar dan masyhur yang pernah terjadi yaitu:

1. Tho’un Syirawaih yang terjadi di zaman Rasulullah SAW

2. Tho’un ‘Amwas yang terjadi di zaman Sahabat Umar Bin Khattab RA. Di Syam dan menelan korban sekitar 25 Ribu Jiwa. Beberapa Sahabat juga ada yang meni

nggal karna Tho’un ‘Amwas ini seperti sahabat Muadz Bin Jabal, Yazid Bin abi sufyan Dan lain lain.

3. Tho’un Al-Jarif yang terjadi pada tahun 69 H. disebut Tho’un Jarif karna wabah ini menelan korbannya seperti banjir menyapu bersih sesuatu yang dilaluinya.

4. Tho’un al-Fatayat yang terjadi pada tahun 87 H. Disebut

demikian, karna saat itu wabah ini menyerang kebanyakan adalah perempuan yang masih belia.

5. Tho’un Asyraf, Disebut dengan Al-asyraf karna wabah ini menelan korban yang kebanyakan adalah orang-orang terhormat.

Dan masih banyak lagi wabah atau Tho’un yang pernah terjadi di dunia islam yang tidak bisa kami sebutkan semuanya. Namun yang perlu kita perhatikan adalah bahwa wabah penyakit pasti akan berakhir. Maka, kira-kira kapankah wabah Virus Corona ini akan berakhir?. Dalam hal ini Ibnu Hajar al-Astqolany berpendapat:

كانتْ الطواعينُ الماضِيةُ تقعُ في فصْلِ الرَبِيعِ بعدَ انْقِضَاءِ الشِتاءِ وترْتَفـَعُ في أوّلِ الصَّيْفِ

“Tho’un yang pernah terjadi dahulu muncul saat musim semi setelah

habisnya musim dingin dan akan berakhir di awal musim panas”
(Badzlul Al-Ma’un Fi Fadhli Tho’un, Riyadh :Darul Ashimah. Hal. 369)

Maka dari keterangan di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa apa yang terjadi pada kita saat ini adalah sama dengan apa yang pernah terjadi di masa lampau, maka setid

aknya kita bisa sedikit belajar dari sejarah yang pernah ada, tanpa perlu panik atau ketakutan yang berlebihan dan merupakan kewajiban seorang muslim untuk mengimani bahwa yang terjadi saat ini adalah kehendak dan ketetapan Allah SWT. Dan apa yang menjadi argumen Ibnu Hajar al-Astqolani di atas sesuai dengan pendapat para pakar di Indonesia, yang mempredikai bahwa wabah Covid-19 atau virus Corona ini akan berakhir pada pertengahan bulan April atau bertepatan dengan musim panas nanti. Wallahu A’lam.

Ditulis Oleh: Mochammad Faiz Nur Ilham

Kamis, 26 September 2013

Puasa Arafah Menghapuskan Dosa 2 Tahun ?

Puasa Arafah Menghapuskan Dosa 2 Tahun ? Hari Arafah -9 Dzulhijjah- adalah hari yang mulia saat di mana datang pengampunan dosa dan pembebasan diri dari siksa neraka. Pada hari tersebut disyari’atkan amalan yang mulia yaitu puasa. Puasa ini disunnahkan bagi yang tidak berhaji. Puasa Arafah adalah amalan yang disunnahkan bagi orang yang tidak berhaji. Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ “Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162) Imam Nawawi dalam Al Majmu’ (6: 428) berkata, “Adapun hukum puasa Arafah menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah: disunnahkan puasa Arafah bagi yang tidak berwukuf di Arafah. Adapun orang yang sedang berhaji dan saat itu berada di Arafah, menurut Imam Syafi’ secara ringkas dan ini juga menurut ulama Syafi’iyah bahwa disunnahkan bagi mereka untuk tidak berpuasa karena adanya hadits dari Ummul Fadhl.” Ibnu Muflih dalam Al Furu’ -yang merupakan kitab Hanabilah- (3: 108) mengatakan, “Disunnahkan melaksanakan puasa pada 10 hari pertama Dzulhijjah, lebih-lebih lagi puasa pada hari kesembilan, yaitu hari Arafah. Demikian disepakati oleh para ulama.” Adapun orang yang berhaji tidak disunnahkan untuk melaksanakan puasa Arafah. عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ “Dari Ummul Fadhl binti Al Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, 'Beliau berpuasa.' Sebagian lainnya mengatakan, 'Beliau tidak berpuasa.' Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari no. 1988 dan Muslim no. 1123). عَنْ مَيْمُونَةَ - رضى الله عنها - أَنَّ النَّاسَ شَكُّوا فِى صِيَامِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - يَوْمَ عَرَفَةَ ، فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِحِلاَبٍ وَهْوَ وَاقِفٌ فِى الْمَوْقِفِ ، فَشَرِبَ مِنْهُ ، وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ “Dari Maimunah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa orang-orang saling berdebat apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari Arafah. Lalu Maimunah mengirimkan pada beliau satu wadah (berisi susu) dan beliau dalam keadaan berdiri (wukuf), lantas beliau minum dan orang-orang pun menyaksikannya.” (HR. Bukhari no. 1989 dan Muslim no. 1124). Mengenai pengampunan dosa dari puasa Arafah, para ulama berselisih pendapat. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah dosa kecil. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika bukan dosa kecil yang diampuni, moga dosa besar yang diperingan. Jika tidak, moga ditinggikan derajat.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51) Sedangkan jika melihat dari penjelasan Ibnu Taimiyah rahimahullah, bukan hanya dosa kecil yang diampuni, dosa besar bisa terampuni karena hadits di atas sifatnya umum. (Lihat Majmu’ Al Fatawa, 7: 498-500). Setelah kita mengetahui hal ini, tinggal yang penting prakteknya. Juga jika risalah sederhana ini bisa disampaikan pada keluarga dan saudara kita yang lain, itu lebih baik. Biar kita dapat pahala, juga dapat pahala karena telah mengajak orang lain berbuat baik. “Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah (harta amat berharga di masa silam, pen).” (Muttafaqun ‘alaih). “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim). Semoga Allah beri hidayah pada kita untuk terus beramal sholih.

Jumat, 03 Juni 2011

Penyakit yang Menimpa Perempuan Tidak Berjilbab

Rasulullah bersabda, "Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lengkok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya (HR. Abu Daud)
Rasulullah bersabda, "Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab) (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah)
Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasannya perempuan yang tidak berjilbab atau berpakaian tetapi ketat, atau transparan maka ia akan mengalami berbagai penyakit kanker ganas di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka, apa lagi gadis ataupun putri-putri yang mengenakan pakaian ketat-ketat. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas milanoma pada usia dini, dan semakin bertambah dan menyebar sampai di kaki. Dan sebab utama penyakit kanker ganas ini adalah pakaian ketat yang dikenakan oleh putri-putri di terik matahari, dalam waktu yang panjang setelah bertahun-tahun. dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki mereka dari kanker ganas. Dan sungguh Majalah kedokteran Inggris tersebut telah pun telah melakukan polling tentang penyakit milanoma ini, dan seolah keadaan mereka mirip dengan keadaan orang-orang pendurhaka (orang-orang kafir Arab) yang di da'wahi oleh Rasulullah. Tentang hal ini Allah berfirman:
وإذ قالوا اللهم إن كان هذا هو الحق من عندك فأمطر علينا حجارة من السماء أو ائتنا بعذاب أليم (الأنفال: 32)
Dan ingatlah ketika mereka katakan: Ya Allah andai hal ini (Al-Qur'an) adalah benar dari sisimu maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih ( Q.S. Al-Anfaal:32)
Dan sungguh telah datang azab yang pedih ataupun yang lebih ringan dari hal itu, yaitu kanker ganas, dimana kanker itu adalah seganas-ganasnya kanker dari berbagai kanker. Dan penyakit ini merupakan akibat dari sengatan matahari yang mengandung ultraviolet dalam waktu yang panjang disekujur pakaian yang ketat, pakaian pantai (yang biasa dipakai orang-orang kafir ketika di pantai dan berjemur di sana) yang mereka kenakan. Dan penyakit ini terkadang mengenai seluruh tubuh dan dengan kadar yang berbeda-beda. Yang muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Dan terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan terkadang di daerah sekitar mata; kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, dan menetap di hati serta merusaknya.
Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya: tulang, dan bagian dalam dada dan perut karena adanya dua ginjal, sampai menyebabkan air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini. Dan terkadang juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama, sebagaimana obat luka sebagai kesempatan untuk sembuh untuk semua jenis kanker (selain kanker ganas ini), dimana obat-obatan ini belum bisa mengobati kanker ganas ini.
Dari sini, kita mengetahui hikmah yang agung anatomi tubuh manusia di dalam perspektif Islam tentang perempuan-perempuan yang melanggar batas-batas syari'at. yaitu bahwa model pakaian perempuan yang benar adalah yang menutupi seluruh tubuhnya, tidak ketat, tidak transparan, kecuali wajah dan telapak tangan. Dan sungguh semakin jelaslah bahwa pakaian yang sederhana dan sopan adalah upaya preventif yang paling bagus agar tidak terkena "adzab dunia" seperti penyakit tersebut di atas, apalagi adzab akhirat yang jauh lebih dahsyat dan pedih. Kemudian, apakah setelah adanya kesaksian dari ilmu pengetahuan kontemporer ini -padahal sudah ada penegasan hukum syari'at yang bijak sejak 14 abad silam- kita akan tetap tidak berpakaian yang baik (jilbab), bahkan malah tetap bertabarruj???
( Sumber: Al-I'jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah, Oleh :Muhammad Kamil Abd Al-Shomad )

Aisyah dan Detik Terakhir Kehidupan Nabi

Tibalah detik-detik terakhir dari kehidupan Nabi Muhammad saw. Aisyah menarik tubuh beliau kepangkuannya. Tentang hal ini dia pernah berkata,
'sesungguhnya diantara nikmat Allah yang dilimpahkan kepadaku, bahwa Rasulullah meninggal dunia dirumahku, pada hari giliranku, berada dalam rengkuhan dadaku, bahwa Allah menyatukan antara ludahku dan ludah Beliau saat wafat'.
Abdurahman bin Abubakar masuk kedalam sambil memegangi siwak. Saat itu aku merengkuh tubuh beliau. Kulihat beliau melirik ke siwak ditangan Abdurrahman, karena aku tahu beliau amat suka kepada siwak maka aku bertanya, 'apakah aku boleh mengambil siwak itu untuk engkau?', beliau mengiyakan dengan isyarat kepala. Maka aku menyerahkannya kepada beliau dan menggosokkannya kemulut Beliau. Rupanya gosokanku terlalu keras bagi beliau, aku bertanya 'apakah aku harus memelankannya?' beliau mengiyakan dengan isyarat kepala. Maka aku menggosok dengan pelan-pelan sekali.
Didekat tangan beliau saat itu ada bejana berisi air beliau mencelupkan kedua tangan kedalam air lalu mengusapkannya kewajah sambil bersabda,
'tiada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah, sesungguhnya kematian itu ada sekaratnya.'
Seusai bersiwak, beliau mengangkat tangan atau jari-jari mengarahkan pandangan kearah langit-langit rumah dan kedua bibir beliau bergerak-gerak. Aisyah masih sepat mendengar sabda beliau pada saat itu,
'bersama orang-orang yang engkau beri nikmat atas mereka dari para nabi, siddikin, syuhada' dan sholihin. Ya Allah ampunilah dosaku dan rahmatilah aku. Pertemukanlah aku dengan kekasih yang Maha Tinggi ya Allah kekasih yang Maha Tinggi'.
Kalimat yang terakhir ini diulang tiga kali yang disusul dengan tangan beliau yang melemah. Innalillaahi wa inna ilaihi raji'un,
Beliau telah berpulang kepada kekasih yang Maha Tinggi...

Download Surat Edaran Pencairan dan SK PIP TAHAP 3 2020 TINGKAT MI DAN MA KAB TASIKMALAYA

  Dana bantuan sosial Program Indonesia Pintar untuk siswa MI dan MA Tahap III Tahun Anggaran 2020 sedang dalam proses penyaluran oleh Ban...